Sejarah Kopi Tahlil Khas Pekalongan, Inilah Penampakannya

KOPI bagi masyarakat Indonesia adalah minuman khas pagi atau kapan pun enak dinikmati.

Di Pekalongan ada kopi yang cukup terkenal yaitu Kopi Tahlil.

Unik bukan? Kenapa kopi itu dinamakan Kopi Tahlil ternyata karena identik dengan latar belakang mengapa minuman ini disajikan.

Konon dulu minuman inilah yang menjadi kudapan kala tahlilan yang sudah menjadi tradisi masyarakat Pekalongan.

Minuman ini menjadi salah satu menu wajib bagi sebagian kalangan untuk acara tahlilan.

Baik ketika tiga hari pasca kematian seseorang, tujuh hari, empat puluh hari, ke seratus hari, ke seribu hari, dan haul atau mendak.

Berbeda dengan kopi biasa yang cenderung pahit manis, kopi tahlil punya cita rasa sendiri.
Minuman ini semakin nikmat lantaran dibumbui aneka rempah-rempah. Seperti jahe, kapulaga, cengkeh, kayu manis, pandan, serai, dan pala.

Dipadukannya kopi dengan aneka rempah ini bukan tanpa sebab. Kopi tahlil ini diyakini bisa kembali meningkatkan stamina dan melepas penat, bagi penikmatnya usai bekerja seharian penuh.

Maka menantang untuk dicoba bila Anda berkesempatan ke Pekalongan sudah selayaknya mencoba mensruput kehangatan kopi ini.

Salah satu yang terkenal adalah Kopi Tahlil PPIP, yang terletak di depan Gedung PPIP Jalan H Agus Salim Kota Pekalongan.

Di sini per porsinya kopi tahlil dibanderol dengan harga Rp4 Ribu untuk varian original. Jika anda penikmat kopi susu, maka bisa menambah varian susu dengan harga Rp5 Ribu per porsi.

Biasanya di beberapa kedai, Kopi Tahlil disajikan dengan berbagai kudapan.

Salah satu yang khas adalah ketan kinco, yakni ketan yang disiram dengan gula merah cair.
Selain itu biasanya kedai Kopi Tahlil juga menyediakan nasi megono bungkus serta aneka gorengan hangat.

Dan berbagai jajan pasar dan sate-satean ala kedai angkringan.

Tak hanya Kopi Tahlil PPIP, salah satu yang melegenda dan patut dicoba adalah Kopi Tahlil Pak Usman.

Selain itu masih banyak kedai Kopi Tahlil lainnya di Pekalongan. Kebanyakan kedai Kopi Tahlil memang buka mulai dari sore hingga dini hari.

Sehingga sangat pas bagi anda yang ingin melepas penat usai berjalan-jalan keliling Pekalongan.

sumber : jatenggoid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*