Kisah Pilu 5 Mayat ABK dalam Freezer karena Miras Oplosan

INFOJATENGTERKINI.COM, JAKARTA – Teka-teki penyebab kematian ABK yang ditemukan di freezer (lemari pendingin) kapal terungkap.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Seribu, AKP Fahmi Amarullah mengatakan kelima anak buah kapal (ABK) yang ditemukan di dalam freezer ini sempat mengeluh menggigil dan sesak napas sebelum meninggal dunia.

Diketahui, kelimanya diduga tewas usai pesta minuman keras (miras) oplosan sebagai bentuk selebrasi setelah dua bulan tidak pulang untuk menangkap ikan.

“Mereka itu saat itu minum bareng sampai pagi. Kemudian kelimanya merasakan sakit perut, badannya panas, menggigil sesak napas,” kata Fahmi kepada wartawan, Minggu (20/9/2020).

Fahmi menambahkan kelima korban meminum miras oplosan dengan ramuan tersendiri. Di antaranya dengan bahan minuman energi dicampurkan dengan alkohol.

“Itu bukan miras oplosan, si korban meracik itu. Jadi minuman energi dicampur alkohol murni. Karena memang mereka ABK mau mabuk mau happy cari yang murah-murah kali,” jelasnya.

Sejatinya, tidak hanya kelima korban yang berpesta miras oplosan tersebut. Ada ABK lain yang ikut berpesta bareng korban akan tetapi tidak meninggal dunia.

“Sebenarnya yang lain ikut minum juga cuma karena daya imun tubuh beda-beda terus sama mungkin nakar minum beda. Mungkin yang meninggal minumnya banyak banget,” ungkapnya.

Di sisi lain, Fahmi memastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil autopsi dari jenazah kelima korban. Sebaliknya, pihaknya juga telah menutup penyelidikan kasus tersebut.

Morry menjelaskan pihaknya sudah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa para ABK kapal. Selain itu visum dan juga autopsi kepada kelima jenazah korban sudah dilakukan.

Dari hasil tersebut, Morry mengatakan didapati fakta para korban murni meninggal bukan karena kekerasan, melainkan karena menenggak miras oplosan.

“Setelah kita visum tidak ada tanda-tanda kekerasan dan meninggal karena miras oplosan,” kata dia.

Awalnya, kepolisian sempat khawatir dan curiga kelima korban meninggal akibat virus corona atau Covid-19. Namun hasil visum berkata lain, yakni akibat miras oplosan.

Polisi awalnya curiga jika kelima ABK itu tewas karena virus corona. Namun hasil visum tidak menunjukkan fakta itu.

“Ada kekhawatiran kami juga saat pertama temukan mayat ini. Kami khawatir korban meninggal karena Covid tapi setelah visum, (ternyata) meninggal karena miras oplosan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian menghentikan penyelidikan kasus meninggalnya lima anak buah kapal (ABK) KM Starindo Jaya Maju V yang disimpan dalam freezer, di perairan Pulau Seribu, Jakarta. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*