Aming Bocah Penasihat tentang Masker yang Viral itu Telah Tiada

INFOJATENGTERKINI.COM — Nama Aming tiba-tiba menjadi trending topik, siapa sebenarnya sosok Aming itu. Kabar Aming meninggal dunia sempat mengagetkan semua orang.

Muhammad Aming atau Aming Tawau, bocah laki-laki ini pernah viral beberapa bulan karena video ajakan memakai masker, kini telah tiada.

Kabar duka ini disampaikan Ustadz Dasad Latif melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dasadlatif1212.

Menurut unggahan Ustadz Dasad Latief, Aming Tawau meninggal dunia pada 26 Agustus 2021, sekitar pukul 01.00 waktu Malaysia.

Situs berita Sinar Harian pada Kamis, 26 Agustus 2021, melaporkan Aming Tawau yang memiliki nama lengkap Muhammad Aming Salleh Abdullah meninggal dunia usai mengalami sesak napas.

Ibu Aming Tawau, Santi Sabri, 33 tahun, menyebut anaknya meninggal dunia bukan karena COVID-19. Sebelum sesak napas terjadi, Aming disebut dalam keadaan sehat dan aktif.

“Tidak kenapa-kenapa, cuma setelah makan mi dia kemudian sesak napas. Saya kira itu biasa saja, karena anak saya tidak sakit,” katanya.

Bahkan Aming, lanjut Santi, masih sempat membantunya angkat-angkat barang kemudian azan dan salat.

Kabar meninggalnya Aming Tawau juga disampaikan akun @faktapku pada Kamis malam, 26 Agustus 2021. Warganet yang mengetahui hal tersebut berduka sedalam-dalamnya.

Ustadz Dasad Latif menjadi salah satu yang turut bersedih atas kepergian Aming untuk selama-lamanya. Bagaimana tidak? Gaya Sang Ustadz sering ditirukan dan video aksi bocah menggemaskan ini sering diunggah.

Ustadz Dasad Latif berniat bertemu dengan Aming di Tawau, Malaysia, selepas menonton aksi bocah cerdas video-video unggahannya. Sayang niatnya tidak sampai selepas mendapat kabar duka yang menghampirinya.

“Inna Lillahi Waa Inna Ilaihi Rojiun. Adik Muhammad Aming, kelahiran negeri Sabah Malaysia, keturunan tanah bugis, banyak mengcopy ceramah-cerama saya sehingga sangat membantu menyebarkan pesan-pesan dakwah, terutama di negeri tetangga Malaysia,” tulisnya sebagai keterangan video yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya, @dasadlatif1212.

Ustadz Dasad Latif pun mengajak seluruh jamaahnya untuk membacakan Al Fatihah yang dikirimkan kepada bocah Aming.

Kabar meninggalnya bocah delapan tahun itu diunggah di Facebook Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob. Dalam unggahannya, Ismail Sabri menyampaikan bocah yang akrab disapa adik Aming itu meninggal pada Kamis (26/8/2021).

Ismail Sabri sebelumnya pernah berkomentar juga terkait Muhammad Aming saat bocah tersebut membuat konten yang mengkritik orang-orang yang memakai masker di dagu. Ismail pun menyebut Aming sebagai anak yang sangat baik dan bijaksana.

Penyebab Adik Aming Meninggal Dunia

Seperti dikutip dari Bernama, adik Aming meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas. Aming meninggal di rumahnya di Jalan Kuhara, Sabah, Malaysia.

Ibunda Aming yang bernama Santi Sabri mengatakan kepada wartawan kondisi anaknya baik-baik saja pada siang hari dan hari-hari sebelumnya. Aming masih bermain, bahkan membantunya di pasar.

“Sekitar tengah malam, dia bilang dia ingin makan mie instant, tapi pada pukul 1 dini hari, dia bilang mau salat. Dia pun salat sebelum meninggal dunia,” kata Santi Sabri.

Santi menyampaikan sebelum meninggal dunia, sang anak sempat memberikan pesan berharga untuknya.

“Sebelum meninggal dunia, sempat lagi dia berpesan kepada saya, tutup rapat-rapat aurat supaya bapa tidak menanggung dosa,” ujarnya.

Muhammad Aming Salleh Abdullah adalah bocah yang populer di media sosial. Video dirinya memberikan nasihat terkait agama ataupun topik lainnya yang diunggah di akun Facebook kerap viral.
Facebook Muhammad Aming yang bernama Muhd Aming memiliki lebih dari 158 ribu followers.

Selain video dia memberikan kritik pada orang-orang yang memakai masker di dagu, video Aming lainnya juga menjadi atensi netizen. Dan kini saat bocah delapan tahun itu meninggal dunia, salah satu video terakhirnya kembali menjadi atensi.

Dalam videonya yang tampak memakai kaus dan duduk di lantai, berbicara ke kamera sambil menangis. Dia meminta maaf dan berterimakasih pada kedua orangtuanya.

Video tersebut dianggap netizen seolah menjadi pesan terakhirnya. Karena dalam videonya, adik Aming meminta penonton untuk menjaga perasaan orangtua dan tidak menyia-nyiakan selama mereka masih hidup. Dalam videonya, anak bungsu dari empat bersaudara itu berharap diberikan umur panjang karena ingin membalas kebaikan orangtuanya.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Tiktok @rheskyyawan96, Aming tampak memberikan nasihat untuk ibunya.

Video tersebut membuat warganet banjir air mata. Tak disangka, kata-kata tersebut menjadi pesan terakhir Aming untuk ibundanya.

Berdasarkan video tersebut, Aming tampak memakai baju berwarna biru. Dia duduk berhadapan dengan ibunya.

“Mungkin ini sudah Aming punya nasib, nah biarkan lama. Orang begitu mama block sejak. Kalau Aming sudah tiada mama boleh jaga diri mama baik-baik,” tutur Aming, dikutip Suara.com.

Mengetahui hal tersebut, ibunda langsung memeluk putranya. Sementara itu, Aming melanjutkan obrolannya.

Iapun memberikan pesan kepada sang ibu untuk mengingat dosa.

“Jangan tambah-tambah dosa, tidak bagus. Mama ingat tuh kalau tambah dosa kita masuk ke surga tidak kalau kita buat tambah dosa kita masuk neraka,” ujarnya.

“Tidak ada seorang anak tuh mau mamanya masuk neraka,” lanjutnya.

Dia bahkan mengatakan tidak peduli apa kata orang lain.

“Sambil Aming tidak peduli apa orang mau cakap sama Aming. Demi mama, mama janganlah mau tambah-tambah dosa,” jelasnya.

Video nasihat Aming untuk sang ibunda langsung mencuri perhatian warganet. Mereka ikut berbelasungkawa dan merasa terharu melihat nasihat itu.

“Dewasa cara ngomongnya anak ini,” kata warganet.

“Meleleh air mataku lihat video kamu Aming sayang, pesan terakhir buat mamamu,” balas warganet.

“Sumpah kata-katanya menyentuh banget sampai nangis,” komentar warganet.

aming, muhammad aming salleh abdullah, malaysia, viral, adik aming, Aming, Aming Tawau, Aming Meninggal Dunia, Ustadz Dasad Latief, Aming Tawau Meninggal Dunia, sesak napas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*